Identifikasi Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe
DOI:
https://doi.org/10.55616/jitu.v6i1.1043Kata Kunci:
Neo vernakular, Arsitektur Lokal, IAIN Lhokseumawe, Budaya, AcehAbstrak
Arsitektur neo vernakular merupakan pendekatan dalam desain yang muncul dari aliran postmodern, yang memadukan unsur-unsur arsitektur modern dengan nilai-nilai tradisional lokal dari arsitektur vernakular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur neo vernakular pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung tersebut menerapkan pendekatan arsitektur neo vernakular melalui bentuk atap, penggabungan elemen bangunan tradisional dengan pendekatan modern, Meskipun penggunaan material batu bata sebagai elemen lokal tidak ditampilkan secara langsung karena telah dilapisi dengan plaster semen, struktur dasarnya tetap mencerminkan pemanfaatan material tradisional dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan konstruksi modern, pengintegrasian antara interior dan exterior, serta penggunaan warna-warna kontras, penyesuaian desain terhadap budaya dan kondisi lingkungan sekitar.
Referensi
A. Annisa dan M. Ali Nasution, “Interpretasi Kaidah Arsitektur Islam Pada Desain Rumah Tradisional Aceh,” Bayt ElHikmah J. Islam. Archit. Locality, vol. 1, no. 2, hal. 73–83, 2023, doi: 10.22373/jial.v1i2.4064.
Hadad, “Media Matrasain Volume 21 No.1 Jan -Jun 2024,” vol. 21, no. 1, hal. 23–31, 2024.
A. Farhani, N. B. Hartanti, dan H. Utomo, “Pendekatan Neo Vernakular Pada Pengolahan Bentuk Atap Pasar Wisata Kota Batu Sebagai Efisisensi Pelestarian Budaya,” J. Arsit., vol. 17, no. 2 Desember 2019, hal. 64–73, 2019.
V. S. Chand dan M. Wasad, “Pengaruh Arsitektur Tradisional Aceh pada Bangunan Pemerintahan (The Influence of Traditional Aceh Architecture on Government Buildings),” J. Eng. Sci., vol. 4, no. 1, 2018.
F. Zuhra dan A. Dafrina, “Identifikasi karakteristik arsitektur tradisional aceh pada bank aceh lhokseumawe,” hal. 204–214, 2022.
Maulana, “gorga,+8+-+Artikel+Unimed+Edit_22+Juni+2018.pdf,” 2018.
H. F. Siregar, D. Wisdianti, dan D. F. Yusnadi, “Analisis Qanun dan Perwujudan Syariat Islam pada Arsitektur Tradisonal Aceh,” Atrium J. Arsit., vol. 10, no. 1, hal. 17–28, 2024, doi: 10.21460/atrium.v10i1.228.
F. Nurannisa, “struktur rumah tradisional nusantara aceh.” [Daring]. Tersedia pada: https://fadiahnurannisa.wordpress.com/2014/01/11/arsitektur-nusantara-aceh/
R. M. Hasbi, “Kajian kearifan lokal pada Arsitektur Tradisional Rumoh Aceh.,” J. Arsitektur, Bangunan, Lingkung., vol. 7, no. 1, hal. 1–16, 2017.
C. Widi dan L. Prayogi, “Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular pada Bangunan Buday dan Hiburan,” J. Arsit. Zo., vol. 3, no. 3, hal. 282–290, 2020, doi: 10.17509/jaz.v3i3.23761.
Z. Miftach, “Arsitektur Neo Vernakular Dan Tradisional Jawa,” hal. 53–54, 2018.
A. W. Saidi, N. Putu, A. Suma, dan K. A. Prayoga, “Penerapan Tema Neo Vernakular pada Wajah Bangunan Gedung Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali,” Gradien, vol. 11, no. 2, hal. 136–145, 2019.
M. Jamil, K. Shahzad, dan A. Mustafa, “Paradigm Shift of Construction Techniques from Vernacular to Neo--Vernacular in Villages to Sustain Climate Change,” Pakistan Soc. Sci. Rev., vol. 8, no. 2, 2024.
C. Jencks, Post-Modern Architect. 1978.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rendi Rahmadani, Muhammad Haq Luthfi Chairi, Fadli Ihsan, Muhammad Ihsan, Inas Widada Annura, Armelia Dafrina, Yenny Novianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










This work is licensed under a