Evaluasi Islamic Center Kota Lhokseumawe melalui Arsitektur Islam

Authors

  • Adil Arrasyid Universitas Malikussaleh
  • Fidyati Fidyati Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.55616/jitu.v7i1.1187

Keywords:

Islamic Center, Arsitektur Islam, Strukturasi, Evaluasi Arsitektur

Abstract

Islamic Center merupakan pusat kegiatan keagamaan yang berfungsi sebagai tempat ibadah, pendidikan, dakwah, dan aktivitas sosial masyarakat Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis strukturasi aktivitas keislaman serta mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip arsitektur Islam pada Islamic Center Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens dan prinsip arsitektur Islam menurut Utaberta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamic Center Kota Lhokseumawe memiliki struktur aktivitas yang cukup kuat, ditandai dengan berlangsungnya kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang didukung oleh pengelolaan yang aktif. Dari aspek arsitektural, bangunan telah menerapkan beberapa prinsip arsitektur Islam, seperti orientasi kiblat yang jelas, dukungan terhadap aktivitas keagamaan, keterbukaan ruang, dan fungsi sosial bagi masyarakat. Namun, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti dominasi ekspresi monumental, kurang optimalnya integrasi identitas budaya lokal Aceh, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang belum maksimal. Dengan demikian, Islamic Center Kota Lhokseumawe telah memenuhi nilai-nilai arsitektur Islam secara fungsional, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek kontekstualitas budaya, keberlanjutan lingkungan, dan integrasi fungsi sosial agar lebih sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur Islam secara holistik.

References

[1] Arikunto, 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

[2] Arifin, 2019. Analisis fungsi dan peran Islamic Center sebagai pusat kegiatan umat Islam di perkotaan. Jurnal Arsitektur dan Perkotaan, Vol. 7 No. 2, pp. 45–56.

[3] Firdaus et al., 2022. Evaluasi fungsi sosial Islamic Center dalam pengembangan masyarakat Islam. Jurnal Sosial dan Arsitektur Islam, Vol. 10 No. 1, pp. 12–23.

[4] Giddens, 1984. The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. Berkeley: University of California Press.

[5] Hakinen and N. Safeyah, 2023. Integrasi aspek spiritual dan efisiensi energi dalam desain Islamic Center. Journal of Islamic Architecture Studies, Vol. 5 No. 1, pp. 33–44.

[6] Hidayat, 2019. Monumen atau pusat umat? Studi kritis Islamic Center di Indonesia. Jurnal Arsitektur Islam Indonesia, Vol. 6 No. 2, pp. 21–30.

[7] Isyanti, 2020. Representasi simbolik dalam arsitektur Islamic Center di Indonesia. Jurnal Kajian Arsitektur, Vol. 8 No. 1, pp. 55–67.

[8] Miles, A. M., Huberman, and J. Saldaña, 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks, CA: Sage.

[9] Nangkula Utaberta, 2008. Islamic Architecture: Principles and Contemporary Applications.

[10] Sugiyono, 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Additional Files

Published

2026-06-14

How to Cite

Adil Arrasyid, & Fidyati, F. (2026). Evaluasi Islamic Center Kota Lhokseumawe melalui Arsitektur Islam. Jurnal Ilmiah Teknik Unida, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.55616/jitu.v7i1.1187

Issue

Section

Articles