ANALISIS PROBLEMATIKA KARAKTER SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 BANDA ACEH

Authors

  • Nurnazirah Universitas Iskandar Muda
  • Fuady Universitas IskandarMuda
  • Muhammad Iqbal Universitas IskandarMuda

DOI:

https://doi.org/10.55616/sodju.v2i2.1077

Keywords:

Character Education, Student Behavior, Language Trends, Greeting Culture, 5S Values

Abstract

The development of character education in schools is a crucial effort to ensure not only academic achievement but also the moral integrity of students. However, implementation at the school level is often hampered by various behavioral trends that contradict the values of character education. This research aims to analyze the problem of impolite language trends and the limited application of greeting culture among students at MAN 1 Banda Aceh. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that impolite language is commonly used by students due to environmental influences and excessive use of mobile phones. Furthermore, the greeting culture is only practiced selectively, especially toward teachers who are known personally. This indicates a decline in the application of the 5S character values (smile, greeting, salute, politeness, and courtesy). Therefore, it is necessary for educators to become active role models and consistently instill character values through daily practice and communication patterns in the school environment.

Author Biographies

Nurnazirah, Universitas Iskandar Muda

Pengembangan pendidikan karakter di sekolah merupakan upaya penting dalam memastikan tidak hanya pencapaian akademik tetapi juga integritas moral siswa. Namun, implementasinya di tingkat sekolah seringkali terhambat oleh berbagai perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika tren penggunaan bahasa tidak sopan serta terbatasnya budaya tegur sapa di kalangan siswa MAN 1 Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren bahasa kasar kerap digunakan siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan penggunaan handphone secara berlebihan. Selain itu, budaya tegur sapa hanya diterapkan kepada guru-guru yang dikenal saja. Hal ini mencerminkan menurunnya internalisasi nilai-nilai 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pendidik sebagai teladan serta konsistensi dalam penanaman nilai karakter melalui komunikasi dan pembiasaan sehari-hari di sekolah.

Muhammad Iqbal, Universitas IskandarMuda

Pengembangan pendidikan karakter di sekolah merupakan upaya penting dalam memastikan tidak hanya pencapaian akademik tetapi juga integritas moral siswa. Namun, implementasinya di tingkat sekolah seringkali terhambat oleh berbagai perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika tren penggunaan bahasa tidak sopan serta terbatasnya budaya tegur sapa di kalangan siswa MAN 1 Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren bahasa kasar kerap digunakan siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan penggunaan handphone secara berlebihan. Selain itu, budaya tegur sapa hanya diterapkan kepada guru-guru yang dikenal saja. Hal ini mencerminkan menurunnya internalisasi nilai-nilai 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pendidik sebagai teladan serta konsistensi dalam penanaman nilai karakter melalui komunikasi dan pembiasaan sehari-hari di sekolah.

References

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Endang, S. 2013. Pendidikan Nilai dan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Islam. Yogyakarta: Deepublish.

Hasibuan, M. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lickona, T. 2012. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media.

Maslow, A.H. 2003. Motivasi dan Kepribadian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mulyasa, E. 2012. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Muslich, M. 2011. Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Ningsih, L.M. 2020. “Pengaruh Media Sosial terhadap Karakter Siswa SMA.” Jurnal Sosial Humaniora. 12(2):101–110.

Sudrajat, A. 2011. “Mengapa Pendidikan Karakter?” Jurnal Pendidikan Karakter. 1(1):1–12.

Suyanto, S. 2010. Urgensi Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Syah, M. 2011. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H.A.R. 2002. Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Uno, H.B. dan Lamatenggo, F. 2011. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2025-10-22

How to Cite

Nurnazirah, Fuady, & Muhammad Iqbal. (2025). ANALISIS PROBLEMATIKA KARAKTER SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 BANDA ACEH. Social Development Journal, 2(2), 127–137. https://doi.org/10.55616/sodju.v2i2.1077

Issue

Section

Articles