Tugas Dan Fungsi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)
DOI:
https://doi.org/10.55616/consilium.v1i3.418Kata Kunci:
Tasks and Functions of the Aceh DPR SecretariatAbstrak
Duties and functions of the DPRA Secretariat Carry out secretarial administration, financial administration, support the implementation of the DPRA's duties and functions, and provide and coordinate the expertise required by the DPRA in accordance with Regional financial capacity. The formulation of the problem 1) How the Task of the Secretariat of the Aceh House of Representatives (DPRA), 2) What is the Function of the Secretariat of the Aceh House of Representatives (DPRA), while the purpose of the research is 1) To find out and analyze the Tasks of the Secretariat of the Aceh People's Representative Council (DPRA), 2) To find out and analyze the function of the Secretariat of the Aceh House of Representatives (DPRA). The theoretical use of this research is a researcher's contribution to the development of administrative science and organizational culture in developing and implementing concepts in the mechanism in the Secretariat of the Aceh House of Representatives (DPRA). Whereas Practical Uses, the results of this study can be a reference for every stakeholder involved in the Aceh Special Representative Council (DPRA) Plenary Session, in understanding matters that are the responsibility of every institution involved in the said activity so as to cause synergy in the implementation. The research approach undertaken in this study is a qualitative approach with consideration of this study to determine the extent of the function of the Secretariat of the DPRA in the Implementation of Special Plenary of the Aceh People's Representative Council (DPRA), by means of observation and interviews while in the analysis carried out by conducting data reduction, data presentation and drawing conclusions that can be presented qualitatively, with the results of the study note that the Task Secretariat of the Aceh House of Representatives (DPRA), in the Implementation of Special Plenary of the Aceh People's Representative Council (DPRA), has not run optimally due to obstacles that occur in the field.
Referensi
Adisubrata, W. S. (2013). Otonomi Daerah di Era Reformasi. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) AMP YKPN.
Agustino. (2012). Dasar-dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Aizuddin. (2016). Fungsi Badan Legislasi DPRK Aceh Jaya dalam rangka Pembuatan Qanun Daerah. [Tesis: Universitas Iskandar Muda, Banda Aceh].
Alyas, M. (2012). Wajah Ganda Otonomi Daerah. Surabaya: Yayasan Pembaharuan Indonesia (YPI).
Amirulkamar, S. (2017). Kebijakan Protokoler Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah. Banda Aceh: Lembaga Naskah Aceh (NASA).
Arif, S. (2011). Reformasi Birokrasi dan Demokratisasi Kebijakan. Malang: Averroes Press.
Bangun, W. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Erlangga (Anggota IKAPI).
Bastian, I. (2012). Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi: Format-format. Kuantitatif dan Kualitatif untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran. Jakarta: Kencana.
Chabib., Soleh., & Suripto. (2011). Menilai Kinerja Pemerintahan Daerah. Bandung: Fokusmedia.
Darma. (2013). Manajemen Kinerja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Eaton. (2011). Pengembangan Dana keuangan. Bandung: PT. Mediabeta.
Fahmi. (2016). Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.
Haris, S. (2012). Desentralisasi dan Otonomi Daerah (Desentralisasi, Demokrasi dan Akuntabilitas Pemerintahan Daerah). Jakarta: LIPI Press.
Hasibuan, M. (2012). Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Iswanto. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Universitas Terbuka.
Koentjaraningrat. (2012). Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Pustaka Utama.
Kunandar. (2011). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai. Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Press.
Liliweri, A. (2014). Sosiologi dan Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Marijan. (2012). Sistem Politik Indonesia. Jakarta: Kharisma Putra Utama.
Masuryadi. (2010). Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kepegawaian Negara (Bea Cukai). [Tesis: Universitas Surabaya, Surabaya].
Miles, M. B, Huberman, A. M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A. Methods Sourcebook, Edition 3, (Terj. Rohidi, T. R.). Jakarta: UI-Press.
Moekijat. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: CV. Mandar Maju.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muluk, C. (2013). Pemerintahan Lokal dan Partisipasi. Bandung: Alfabeta.
Mulyasa. (2014). Pengembangan dan Implementasi kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Munawir Is. (2016). Penatausahaan Keuangan Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. [Tesis: Universitas Iskandar Muda, Banda Aceh].
Natzir. (2012). Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nawawi. (2013). Budaya Organisasi Kepemimpinan dan Kinerja. Jakarta: PT. Fajar. Iterpratama Mandiri.
Notoatmodjo. (2012). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen Dikti.
Prasojo, E. (2011). Pemerintahan Daerah. Jakarta: Uiversitas Terbuka.
Purwanto. (2013). Teori Organisasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sadhana, K. (2011). Etika Birokrasi Dalam Pelayanan Publik. Malang: CV. Citra.
Sanjaya, W. (2014). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Santoso. (2012). Pengetahuan Dasar Organisasi. Jakarta: Penerbit Atma Jaya.
Amirulkamar, S. (2014). Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (Studi Implementasi Kebijakan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). [Tesis: Universitas Merdeka Malang, Malang].
Sedarmayanti. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung: PT. Refika Aditama.
Siagian. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Silalahi, U. (2015). Desentralisasi dan Demokrasi Pelayanan Publik. Jatinangor: IPDN PRESS.
Subarsono. (2012). Analisis Kebijakan Publik (Konsep, Teori dan Aplikasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif dan Kualitatif, dan R & D. Bandung: Bandung. PT. Alfabeta.
Sulistiyani. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suryono. (2013). Cara Mudah Bikin SOP. Yogyakarta: Media Pressindo.
Sutopo, H. B. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.
Sutrisno, E. (2013). Budaya Organisasi. Jakarta: Kencana.
Thoha. (2013). Prilaku Organisasi Konsep Dasar Dan Implikasinya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Tim Pondok Edukasi. (2011). Pegangan Memahami Desentralisasi (Beberapa Pengertian Tentang Desentralisasi). Yogyakarta: Kirman
Wahab, A. S. (2015). Analisis Kebijakan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wasistiono, S. (2012). Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Bandung: Fokusmedia.
Wibawa, S. (2011). Politik Perumusan Kebijakan Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wibowo. (2014). Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Wijaya. (2012). Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.
Winardi. (2015). Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Prenadamedia.
Winarno. (2014). Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Kencana.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Protokoler.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 Jo Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Republik Indonesia. (2015). Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Republik Indonesia. (2016). Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.
Republik Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelantikan Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah.
Provinsi Aceh. (2016). Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Aceh.
Provinsi Aceh. (2008). Peraturan Gubernur Aceh Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sebutan Nomenklatur Dan Titelatur Daerah.
Provinsi Aceh. (2016). Peraturan Gubernur Aceh Nomor 98 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.
Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

