Klasifikasi Tanah Lempung Berdasarkan Sistem Uscs (Unified Soil Classification System) Dan Aashto (American Association of State Highway and Transportation Officials)
DOI:
https://doi.org/10.55616/prince.v4i3.1085Keywords:
Soil Classification, USCS, AASHTO, Clay Soil, Plasticity IndexAbstract
The fine-grained soil in the Gampong Keutapang Quarry area, Lhoong District, is widely used as embankment material and construction base soil, but to date there is no documented geotechnical characteristic data. This condition poses a risk of construction failure due to the incompatibility of the soil type with its intended use. Therefore, this study aims to identify the physical properties of the clay soil at the location and determine its classification using two international standard systems, namely USCS and AASHTO. The research method uses a quantitative experimental approach through a series of laboratory tests, including the determination of natural water content, specific gravity, sieve analysis, and Atterberg limit tests. The test results show that the soil has an average water content of 39.98%, a specific gravity of 2.619 g/cm³, a liquid limit (LL) of 64.24%, a plastic limit (PL) of 39.98%, and a plasticity index (PI) of 24.25%. The high LL and PI values cause the soil to be classified as MH in the USCS system, namely inorganic silt with high plasticity. Meanwhile, based on the AASHTO system, LL values > 40% and PI > 11% place the soil in the A-7-5/A-7-6 group, indicating subgrade quality with low bearing capacity. The results of this study provide important contributions to the field of geotechnics, particularly in providing baseline information for more sustainable construction planning and infrastructure development.
References
[1] N. Nurdin., “Pemetaan Karakteristik Tanah di PT Indocement Tunggal Prakarsa Unit Rembang, Tegal dan Brebes,” Log. J. Multidiscip. Stud., vol. 15, no. 01, hal. 35–48, 2024, doi: 10.25134/logika.v15i01.9410.
[2] A. Sabilla., Geologi teknik. Penerbit CV. Gita Lentera, 2025.
[3] H. C. Hardiyatmo, Perancangan perkerasan jalan dan penyelidikan tanah. Gadjah Mada University Press, 2019.
[4] J. Horman, M. Fauzi, dan C. Mayaindrawati, “Analisa Distribusi Ukuran Butiran Tanah Untuk Menentukan Jenis Tanah,” Cyclops J. Tek. Sipil dan Perenc., vol. 1, no. 2, hal. 54–62, 2023, doi: 10.55098/jtsp.v1i2.479.
[5] F. F. Rifqi, L. Z. Mase, F. Supriani, R. Misliniyati, dan Hardiansyah, “Karakteristik Tanah pada Kawasan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu dan Aplikasinya dalam Perancangan Geoteknik,” Cantilever J. Penelit. dan Kaji. Bid. Tek. Sipil, vol. 14, no. 1, hal. 11–22, 2025, doi: 10.35139/cantilever.v14i1.416.
[6] Supriyanto dan Maryanto, “Pemilihan Jenis Fondasi Berdasar Daya Dukung Tanah Dan Jenis Bangunan (Studi Kasus Di Kawasan Pt.Kpi Maros Sulawesi Selatan),” J. Kalibr. karya lintas, hal. 1–21, 2021.
[7] H. Adisurya dan C. A. Makarim, “Perilaku Kegagalan Konstruksi Jalan Raya Yang Bertumpu Pada Fondasi Tiang Di Tanah Clay Shale,” JMTS J. Mitra Tek. Sipil, vol. 5, no. 1, hal. 55–70, 2022, doi: 10.24912/jmts.v5i1.16516.
[8] F. C. Boway, H. Riogilang, dan A. T. Mandagi, “Analisis Kuat Geser Tanah Lempung Ekspansif Dengan Perkuatan Geomembrane,” Tekno, vol. 20, no. 82, hal. 1279–1284, 2022, [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/tekno/article/view/46381
[9] K. Nisa’, A. I. Candra, M. A. A. Hanafi, R. Heru, dan A. Rivianto, “Analisa Ketahanan Geser Tanah Lempung Di Wilayah Universitas Kadiri Dengan Uji Kuat Geser Langsung,” J. Ris. Rekayasa Sipil, vol. 6, no. 1, hal. 11, 2022, doi: 10.20961/jrrs.v6i1.61580.
[10] ESDM, “Melihat Tambang Aceh dengan Bijak: Pilar Ekonomi, Inovasi, Lingkungan & Prioritas Berkelanjutan 2,” Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh Pemerintah Aceh. [Daring]. Tersedia pada: https://esdm.acehprov.go.id/berita/kategori/opini/melihat-tambang-aceh-dengan-bijak-pilar-ekonomi-inovasi-lingkungan-prioritas-berkelanjutan-2#:~:text=ACEH kaya akan sumber daya,terkadang tidak dilihat dengan bijak.
[11] A. Bintoro, D. Widjajanto, dan Isrun, “Karakteristik Fisik Tanah Pada Beberapa Penggunaan lahan di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi,” e-J. Agrotekbis, vol. 5, no. 4, hal. 423–430, 2017.
[12] F. N. Yunashirson, M. Y. Purwana, H. Dananjaya, dan Raden, “Stabilisasi Tanah Lempung Plastisitas Tinggi Pada Indeks Likuiditas 1 Dan 1.25 Menggunakan Semen,” e-Jurnal MATRIKS Tek. SIPIL/, vol. 30, no. 30, hal. 92–96, 2021.
[13] M. Farhan, E. N. Lydia, H. Fajri, P. Studi, T. Sipil, dan U. Samudra, “Kajian Studi Geoteknik Klasifikasi Tanah Permukaan Untuk Perencanaan Pembangunan Dikawasan Universitas Samudra,” J. Univ. Samudra, vol. 1, no. Gambar 1, hal. 22–28, 2024.
[14] M. R. A. Simanjuntak, K. Lubis, dan N. M. Rangkuti, “Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Pasir Pantai terhadap Nilai CBR,” J. Civ. Eng. Build. Transp., vol. 1, no. September, hal. 96–104, 2017.
[15] Gouw dan T. Liong, “Klasifikasi Tanah,” Angew. Chemie Int. Ed. 6(11), 951–952., vol. 1, no. April, 2015.
[16] M. A. Junasiq, R. Misliniyati, L. Z. Mase, H. Hardiansyah, dan F. Supriani, “Studi Karakteristik Tanah Kohesif Terhadap Uji Fisis Dan Mekanis Serta Implementasinya Untuk Perancangan Geoteknik Pada Kawasan Tanjung Jaya Kota Bengkulu,” Teras J. J. Tek. Sipil, vol. 15, no. 1, hal. 134–148, 2025, doi: 10.29103/tj.v15i1.1214.
[17] A. Muthia, T. H. Virgo, dan S. Alfian, “Penentuan Klasifikasi Tanah Metode Unified Soil Classification System (USCS),” J. Karya Ilm. Multidisiplin, vol. 4, no. 2, hal. 86–91, 2024, doi: 10.31849/jurkim.v4i2.21528.
[18] D. B. Asmara dan A. Triarso, “Klasifikasi Sifat Fisis Tanah Lempung Dengan Metode USCS (Unified Soil Classification System) (Studi Kasus : Kec . Rungkut , Surabaya Jawa Timur),” Kohesi J. Multidisiplin Saintek Vol. 9 No 5 https//journal.cahayailmubangsa.institute/index.php/kohesi, vol. 9, no. 5, 2025.
[19] N. Fahriana, Y. Ismida, E. N. Lydia, dan H. Ariesta, “Analisis Klasifikasi Tanah Dengan Metode Uscs (Meurandeh Kota Langsa),” J. Ilm. Jurutera, vol. 6, no. 2, hal. 005–013, 2019, [Daring]. Tersedia pada: https://ejurnalunsam.id/index.php/jurutera/article/view/1622/1284
[20] M. S. Hajar dan D. E. Wibowo, “The Effect of Additional Materials of Plastic Waste Materials on the Unconfined Compressive Strength of Wates Clay Soil,” Inersia, vol. 10, no. 2, hal. 197–213, 2014.
[21] E. Rosyidah dan R. Wirosoedarmo, “Pengaruh Sifat Fisik Tanah Pada Konduktivitas Hidrolik Jenus di 5 Penggunaan Lahan (Studi Kasus di Keluarahan Sumbersari Malang),” Agritech, vol. 33, no. 3, hal. 340–345, 2023.
[22] R. Haribulan, pierre H. Gosal, dan H. H. Karongkong, “Kajian Kerentanan Fisik Bencana Longsor Di Kecamatan Tomohon Utara,” J. Perenc. Wil. dan Kota J. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 6, no. 3, hal. 714–724, 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PRINCE : Journal of Planning and Research in Civil Engineering

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.





