Analisis Sirkulasi Udara dalam Ruang pada Rumah Tradisional Batu Bara

Authors

  • Muallifah Elwafiqah, Adi Safyan Yahya, Eri Saputra Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.55616/jitu.v6i1.944

Keywords:

sirkulasi udara, kualitas udara dalam ruang, kecepatan angin

Abstract

Penelitian ini membandingkan sirkulasi udara antara rumah tradisional yang memiliki banyak bukaan dengan rumah modern yang minim bukaan. Rumah tradisional Batu Bara asli menginterpretasikan rumah tradisional pada umumnya yang kaya akan jenis bukaan, dan rumah tradisional Batu Bara hasil modifikasi mewakili rumah modern yang di desain minim bukaan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analitik dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui pengukuran bukaan dan kecepatan angin, kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat pertukaran udara dalam ruangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam sirkulasi udara antara rumah tradisional asli dan rumah yang telah dimodifikasi. Pada kondisi bukaan terbuka penuh, kedua jenis rumah memenuhi standar pertukaran udara yang direkomendasikan oleh ASHRAE 62.1 dan 62.2. Namun, pada kondisi bukaan tertutup penuh, rumah tradisional masih memiliki pertukaran udara meskipun tidak mencapai standar, sementara rumah hasil modifikasi tidak memiliki pertukaran udara sama sekali. Penelitian ini menekankan pentingnya desain bukaan dan ventilasi dalam menciptakan kualitas udara yang sehat di dalam rumah.

References

Ramdani, A., & Yuwono, A. S. (2022). Formulasi Indeks Kenyamanan Udara dalam Ruang pada Tempat Ibadah. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 7(2), 171–180.

ASHRAE. (2017). Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy. In ANSI/ASHRAE Standard 55-2017.

Iqbal, M., Ozaki, A. and Choi, Y. (2022) ‘Assessment of Indoor Thermal Comfort of Naturally Ventilated House in Tropical Region’, Journal of Architecture and Urban Design, Kyushu University, 45–53. https://doi.org/10.15017/6788786

Ali, R. A., Megahed, N. A., Shahda, M. M., & Hassan, A. M. (2023). Natural ventilation as a passive cooling strategy for multi-story buildings: analytic vertical skycourt formations. City, Territory and Architecture, 10(1), 28. https://doi.org/10.1186/s40410-023-00212-6

Sukawi, & Hardiman, G. (2014). Pengaruh Luas Bukaan Terhadap Kebutuhan Pertukaran Udara Bersih Dalam Rumah Tinggal. Modul, 14(2), 79–86.

ASHRAE, “HVAC applications,” https://33775815/2011_ASHRAE_HANDBOOK_HVAC_Applications_SI_Edition

Latifah, Nur Laela, (2015), Fisika Bangunan-II, “Pencahayaan Buatan”, Jakarta: Griya Kreasi (Penebar Swadaya Grup)

Downloads

Published

2025-06-19

How to Cite

Elwafiqah, M. (2025). Analisis Sirkulasi Udara dalam Ruang pada Rumah Tradisional Batu Bara. Jurnal Ilmiah Teknik Unida, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.55616/jitu.v6i1.944

Issue

Section

Articles