Analisis Pencahayaan Alami pada Ruang Belajar Terhadap Kenyamanan Visual Pengguna (Studi kasus: SMPN 1 Kota Lhokseumawe)
DOI:
https://doi.org/10.55616/jitu.v5i2.909Kata Kunci:
Pencahayaan Alami, Ruang Kelas, SNI 03-6197-2000, Faktor Pencahayaan Alami, Kenyamanan Visual.Abstrak
Daylighting adalah pemanfaatan cahaya alami, terutama dari sinar matahari, sebagai sumber utama pencahayaan. Dalam lingkungan pendidikan, ruang kelas merupakan ruang yang paling sering digunakan dibandingkan dengan ruang lainnya, sehingga memerlukan pencahayaan yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan di SMPN 1 Kota Lhokseumawe, tingkat pencahayaan di ruang kelas cenderung rendah. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keberadaan vegetasi, desain dan gaya bangunan, serta faktor eksternal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencahayaan alami di ruang kelas SMPN 1 Kota Lhokseumawe serta hubungannya dengan kenyamanan visual pengguna, berdasarkan standar SNI 03-6197-2000 yang menetapkan tingkat pencahayaan minimum sebesar 250 Lux. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif, dengan kuesioner yang dianalisis menggunakan skala Likert, dan metode kuantitatif melalui pengukuran intensitas cahaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode komparatif, dengan membandingkan hasil kuesioner dan pengukuran intensitas cahaya terhadap standar SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ruang kelas di SMPN 1 Kota Lhokseumawe tidak memenuhi standar pencahayaan, baik karena tingkat pencahayaan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dibandingkan standar yang telah ditetapkan.
Kata Kunci: Pencahayaan Alami, Ruang Kelas, SNI 03-6197-2000, Faktor Pencahayaan Alami, Kenyamanan Visual.
Referensi
Yusvita, G. (2021). Analisis Pencahayaan Ruangan Pada Ruang Kelas Di Universitas Singaperbangsa Karawang Menggunakan Dialux Evo 9.1. Jurnal Serambi Engineering, 6(3).
Barrett, P., Davies, F., Zhang, Y., & Barrett, L. (2015). The impact of classroomdesign on pupils’ learning: Final results ofaholistic, multi-level analysis. Building and Environment, 89, 118–133.
Safirannur, S., Yahya, A. S., & Novianti, Y. (2021). Pengaruh Desain Bukaan Terhadap Pencahayaan Alami Studi Kasus Sma Negeri 1 Dolok Batu Nanggar. Arsitekno, 8(2), 79.
Group, H. M. (2003). Windows and Classrooms: A Study of Student Performance and the Indoor Environment. California Energy Commision, 37(4), 414–435.
Kemendikbudristek. (2023). Permendikbud No. 22 Tahun 2023 Standart Sarana dan Prasarana Pendidikan.
Pangestu, M. D. (2019). Pencahayaan Alami Dalam Bangunan. 250.
Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-6197-2000 Konservasi energi pada sistem pencahayaan. Sni 03-6197-2000, 17.
Heinz Frick. (2008). Ilmu Fisika Bangunan (Arduyanto, A, Penerjemah). Kanisius.
SNI 03-2396-2001. (2001). Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung.
Manurung, P. (2009). Desain Pencahayaan Arsitektural Konsep Pencahayaan Artifisial pada Ruang Eksterior. Andi Offset, 172.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Teuku Fariz Wazdi, Adi Safyan Yahya, Fidyati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










This work is licensed under a