Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Di Gedung Pasca Sarjana Universitas Iskandar Muda

DOI:

https://doi.org/10.55616/ajeetech.v2i1.282

Keywords:

PLTS, Modul surya, Net present value (NPV), Internal rate of return (IRR), Payback period

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat sehingga menyebabkan terjadinya krisis energi. Oleh sebab itu, memerlukan sumber energi alternatif seperti energi baru terbarukan. Gedung Pasca Sarjana Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh adalah sarana dan prasarana tempat proses belajar mengajar yang tergolong besar dalam hal konsumsi energi listrik. Penyediaan energi listrik yang cukup merupakan salah satu faktor penting agar dapat menunjang proses belajar mengajar dengan nyaman. Adapun sumber listrik yang dimanfaatkan selama ini hanya berasal dari suplai Perusahaan Listrik Negera (PLN). Permasalahannya yaitu pada saat terjadinya pemadaman listrik, sehingga menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar. Permasalahan lainnya juga pada harga tarif listrik yang semakin lama makin naik. Dari permasalahan tersebut muncul ide yaitu menggunakan energi terbarukan dari energi matahari. Pemanfaatan energi matahari yang tepat dan sesuai kebutuhan perlu dilakukan dengan menentukan besar panel surya (Photovoltaic) kebutuhan daya beban listrik di gedung Pasca Sarjana UNIDA Banda Aceh, dan menentukan kelayakan implementasi PLTS sebagai pemenuhan kebutuhan daya beban listrik di gedung Pasca sarjana Unida Banda Aceh, berdasarkan perhitungan NPV (Net Present Value) IRR (Internal Rate of Return), dan Payback Period. Hasil perencanaan besar panel surya 8.039 Wp, didapatkan investasi awal sebesar Rp. 25.865.284.740,-. Setelah 5 tahun PLTS beroperasi memperoleh manfaat bersih Rp. 35.150.944.786,-, sehingga keuntungan Rp. 9.285.660.046,- maka Gedung Pasca Sarjana UNIDA Banda Aceh layak untuk mengimplementasikan PLTS. Agar menjadi pembangkit yang lebih efisien, efektif dan handal dalam mensuplai kebutuhan listrik di Gedung Pasca Sarjana UNIDA Banda Aceh, maka PLTS dikombinasikan dengan PLN, dan Generator set dengan sistem hybrid dengan dibatasi hubungan grid manual. Dalam sistem ini PLTS sebagai prioritas utama, kemudian PLN sebagai alternatif kedua, dan Generator set sebagai alternatif terakhir jika PLTS dan PLN terjadi gangguan.

Published

2022-06-29 — Updated on 2022-06-29

Issue

Section

Articles