Pengaruh Tingkat Kedalaman Elektroda Terhadap Tahanan Pentanahan

Authors

  • Teuku Murisal Asyadi Universitas Iskandar Muda
  • Agus Fardesi Universitas Iskandar Muda
  • Muliadi Universitas Iskandar Muda
  • Syukri Universitas Iskandar Muda

DOI:

https://doi.org/10.55616/ajeetech.v2i1.260

Keywords:

Tingkat kedalaman, Elektroda, Nilai pentanahan

Abstract

Sistem pentanahan yang baik mampu meningkatkan keamanan dan kehandalan pada sistem kelistrikan Gardu Induk UPT Banda Aceh. Sistem pentanahan juga memiliki peran penting dalam mengamankan peralatan maupun  jaringan listrik dari berbagai macam gangguan terutama gangguan akibat sambaran petir. Arus  listrik yang disebabkan oleh bencana alam dan sambaran petir dapat mengakibatkan kegagalan arus bocor atau hubung singkat. Pada Gardu Induk, pencegahan timbulnya busur tanah akibat dari arus gangguan yang besar (>5 A) dapat dilakukan dengan memasang sistem pentanahan. Sistem pentanahan pada Gardu Induk menggunakan sistem kisi-kisi (grid) atau sistem pentanahan mesh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan di Gardu Induk Banda Aceh pada  kedalaman yang berbeda.Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengukuran langsung ke lapangan dan menghitung nilai tahanan pentanahan menggunakan persaamaan menurut Sverak pada kedalaman yang berbeda. Hasilnya didapatkan bahwa 0,70 ? untuk 4 meter, 0,68 ? untuk 5 meter, 0,67 ? untuk 6 meter, 0,65 ? untuk 7 meter, 0,64 ? untuk 8 meter, 0,63 ? untuk 9 meter, dan 0,62 ? untuk 10 meter. Semakin dalam elektroda yang ditanam semakin kecil pula resistansi yang didapatkan. Hal ini disebabkan karena sistem pentanahan pada Gardu Induk UPT Banda Aceh menggunakan sistem pentanahan mesh. Nilai tahanan pentanahan diperoleh masih sesuai dengan standart PLN untuk Gardu Induk. Dengan demikian, sistem pentanahan pada Gardu Induk UPT Banda Aceh sudah bekerja secara maksimal.

Published

2022-06-29

Issue

Section

Articles